Listen to Me, not Judging on Me


HELLO orang-orang gabut~ How are you? I hope y'all doing fine. Anyway, Do you still remember the last time you said "It's okay" to either yourself or people? I bet it's not hard to remember when was the last time I said "It's okay", "People out there are more struggling than you." and other words. Those words seem so positive and worthy so say, aren't they? Until I realized, those all are toxic positivity. So, just in case you all are asking about "what is toxic positivity", here I get you the explanation. According to psikologytoday.com, The phrase “toxic positivity” refers to the concept that keeping positive, and keeping positive only, is the right way to live your life. It means only focusing on positive things and rejecting anything that may trigger negative emotions. Simpelnya, toxic positivity adalah menanggapi segala sesuatu dengan pemikiran positif dan menghindari apapun yang dapat men-trigger hal yang negatif. Pasti banyak juga yang berpikir "Lho, bukannya baik kalau tetap berpikir positif dan menjauhi yang negatif.". Balik lagi ke pemikiranku yang entah tercipta dari mana, sesuatu tercipta pasti ada tujuannya, bahkan pikiran negatif sekalipun. Manusia butuh pikiran negatif itu untuk mempertahankan diri. Rasa curiga, negatif right? But, can you imagine human without it? Bisa saja diri mereka akan mudah sekali terkena modus-modus penipuan yang membahayakan sekalipun.

Perasaan manusia diciptakan seoptimal mungkin sesuai dengan kisaran-Nya yang maha adil. Maka jadi manusia yang seimbang itu perlu jadinya. You don't have to reject all negativity, you need them. You also have to think that your positivity can just kill you anytime. Emosi negatif adalah emosi yang natural. Rasa marah, iri, benci, egois, semuanya datang dan tumbuh begitu saja. Yang salah adalah, they think those emotions are bad, jadi membuang itu semua, padahal emosi-emosi itu akan tetap baik-baik saja selama masih dalam porsinya.

Masih berkaitan dengan toxic positivity and become the point of this unclear text adalah saat curhat.Yes, who doesn't need to talk? Everybody needs it, right? Masalahnya adalah mereka para pendengar biasanya melakukan judging terhadap pembicara. Pernah kejadian guacurhat ke temen like "Ah, I feel like so tired of all the things that's happened in my life." and sure you'll know how did she answer. "Gapapa, lelah itu wajar. Masih banyak orang yang masalahnya lebih besar dari kamu." I'm just wondering how do you know that I didn't have big problems? Bagaimana mereka bisa tahu kalau masalah gua nggak ada apa-apanya bahkan sebelum gua menceritakannya? Dan bodohnya gua saat itu percaya dengan perkataan toxic itu dan merasa masalah gua ngga ada apa-apanya. So, what happened next? Of couse I still think about the problems, alone. Face alll the problem on my own and stressed. Harusnya, kalau saja dia bilang "Kenapa? Masalahmu berat ya". Coba saja dia saat itu lebih peka terhadap apa yang gua rasakain, mungkin saat-saat berat itu akan hinggap sebentar saja. Namun, gua memilih jalan yang membuat gua seperti berjalan pelan di atas tanah gersang.

So, here are the things that I want to tell ya. Of course, first of all, is listen. Just listen. Beberapa orang dan di waktu-waktu tertentu, saat mereka curhat, mereka tidak ingin mencari jawaban. Mereka hanya perlu didengarkan. Maka, from now on, please throw away the mindset "positive vibes only.". That is not only hurting you, but also the others. Selanjutnya adalah, jangan judging ke mereka. Kamu itu sebenarnya sedang dipercaya sama mereka untuk hinggap dari peluru dan anak panah yang mengejar mereka. Mereka menganggap kamu adalah tempat yang aman, so, cobalah untuk tidak judging ke mereka. Jadilah pendengar yang baik, aku yakin suatu saat, saat kamu perlu untuk didengarkan, orang lain akan melakukan yang serupa.

"I think life is more like a math exam, it's so hard and no one understands what I feel and what I need. I just need to talk, why they can't just listen?"

Ah, mungkin segitu aja bacotan ngga jelasku yang sebenarnya kutulis atas kegelisahanku mencari orang yang mampu jadi pendengar. Intinya kaliam cukup mendengarkan kalau ngga bisa nahan diri buat judging, kita ngga pernah tau seberat apa masalah orang lain, kan? If you have any thoughts, please don't mind to leave it on the comment section. Sebagai penulis amatir sangat perlu saran dan kritik dari kalian and I'm so open to them as long as you're polite and civilized. Thank you! See you at the next blog.
BEOM

Hey there! Here just like my public diary because I'm too bored. If you want to know I like to study new languages, eating watermelons, and also watching movies. I also love sleeping so much so, that's why sometimes my friends call me "Koala" because I too much sleep LMAO.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama